Leluhur Bupati Ada yang Bernama Pangeran Singasari
Masyarakat Kabupaten Banjar pantas berbangga. Kepala daerahnya, Bupati Banjar HG Khairul Saleh, MM mendapat kehormatan dinobatkan menjadi Tokoh Pelestarian Budaya oleh Forum Sulaturahmi Keraton se Nusantara (FSKN). Bukan hanya itu, HG Kahirul Saleh juga dianugerahi sebuah pusaka peninggalan abad ke 12 yang dibuat oleh Mpu di zaman Kerajaan Singosari.
SIANG kemarin, hujan deras membasahi Kota Martapura. Kondisi tersebut membuat kediaman Bupati Banjar yang biasanya padat dengan antrean tamu kelihatan agak lengang.
Pintu utama kediaman orang nomor satu di Kabupaten Banjar tersebut sedikit terbuka. Tampak dari luar, Bupati Banjar HG Khairul Saleh, MM tengah berbincang-bincang dengan tamu di ruang utama. Setelah hujan mulai reda, tamu yang berkunjung sedari tadi berpamitan. Serta merta, Khairul Saleh keluar sambil memanggil penulis dan mempersilakan masuk.
Pucuk cinta ulam tiba, maksud kedatangan penulis ingin melihat keris pusaka yang dianugerahkan oleh Sri Susuhunan Paku Buwono XIII Tedjowulan kepada HG Khairul Saleh seakan sudah diketahui. Begitu memasuki ruang utama kediaman, Khairul Saleh langsung menunjukkan keris pusaka yang sudah tergeletak di atas meja tamu.
Tanpa didahului pertanyaan, Khairul Saleh langsung mengambil keris pusaka tersebut sambil menunjukkan sebuah piagam penghargaan dan anugerah keris pusaka. “Ini keris pusaka yang dianugerahkan kepada ku kemarin. Dan ini piagam penghargaannya,” ungkap Khairul Saleh sambil menunjukkan selembar surat bertuliskan penghargaan.
Penulis pun tak sabar menyodorkan beberapa pertanyaan seputar penghargaan dan penganugerahan Keris Pusaka tersebut kepada Khairul Saleh. “Sebetulnya sudah lama kita mengikuti pertemuan-pertemuan Forum Silaturahmi Keraton se Nusantara. Bahkan sudah sejak tahun 2006 lalu. Nah, bapak (dirinya) mengikuti pertemuan itu mewakili Kesultanan Banjar. Melalui pertemuan itulah, bapak diangkat menjadi Pendiri atau Ketua Lembaga Adat dan Kekerabatan Kesultanan Banjar Kalimantan Selatan,” kata Khairul Saleh.
Pengangkatan tersebut, lanjut dia, memberikan tanggung jawab terhadap dirinya untuk melestarikan budaya yang bersumber di Keraton se Nusantara. Bersamaan dengan pengukuhan itu, dia dianugerahi sebuah keris Pusaka Kanjeng Kyai Sempono Jagad Pamor Pendaringan Kebak, peninggalan abad ke 12, buatan Mpu di Zaman Kerajaan Singosari. “Keris ini merupakan simbol kewibawaan, kepemimpinan dan rezeki,” bebernya.
Diceritakan lebih jauh, Kesultanan Banjar merupakan salah satu titisan Kerajaan Majapahit. “Kerajaan Majapahit itu memiliki turunan hingga Sultan Adam. Kemudian Sultan Adam menitiskan keturunan Sultan Sulaiman di Karang Intan. Nah, keturunan Sultan Sulaiman ini ada yang bernama Singasari. Mungkin karena itulah, Keris Pusaka dari Kerajaan Singasari ini dianugerahkan kepada kita, karena memang asal muasal kerajaan Banjar itu merupakan keturunan dari Kerajaan Majapahit,” jelasnya. ***








