Berita
Home Berita Puncak Milad ke 512 Kesultanan Banjar

Puncak Milad ke 512 Kesultanan Banjar

Puncak Milad ke 512 Kesultanan Banjar
Ersa Fahriyanur | 6 November 2016

 
 

PUNCAK MILAD KE 512 KESULTANAN BANJAR

 
 

Alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan ridha Nya untuk Acara Puncak Milad ke 512 Kesultanan Banjar yang diselenggarakan pada tanggal 22 Oktober 2016 di Masjid Bersejarah, Masjid Sultan Suriansyah Kuin Utara Banjarmasin. Serta tidak lupa salawat dan salam kita panjatkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW semoga acara Milad Kesultanan Banjar ini selalu dipersatukan ke dalam nikmatnya iman dan Islam.

 

Acara Puncak Milad tahun ini dirasakan oleh masyarakat sekitar dan para tamu undangan begitu semarak dan meriah. Dilaksanakan dengan suasana sederhana namun penuh khidmat, sekhidmat masjid agung bersejarah yang dijadikan tempat acara ini. Cuaca Kota Banjarmasin yang beberapa hari sebelumnya mendung dan disertai hujan di pagi dan sorenya, pada pagi Sabtu tanggal 22 Oktober 2016 ini menjadi cerah tetapi tidak terlalu terik. Cuaca yang sangat mendukung ini mengundang ratusan warga sekitar berbondong-bondong ingin menyaksikan kemeriahan dan keagungan upacara bersejarah Milad Kesultanan Banjar.

 

Beberapa warga yang ditemui mengungkapkan salah satu alasan mereka ingin menghadiri acara ini adalah ingin menjadi bagian dari sejarah Kesultanan Banjar selain itu banyak dari mereka yang belum pernah melihat secara langsung Yang Mulia Sultan Haji Khairul Saleh Al Mu’tashim Billah. Kemudian perayaan milad tahun ini seperti menjadi berkah bagi warga Kuin dan sekitar karena lengkap dihadiri oleh tokoh banua seperti Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, dan Jendral TNI (Purn) AM Hendropriyono.

 

Dengan dukungan personel dari Pemerintah Kota Banjarmasin yang menurunkan Dinas Perhubungan dan Satpol PP, Polresta Banjarmasin dengan pasukan Sabhara dan Polantas, Polsekta Banjarmasin Utara yang dihadiri langsung Kapolsek, Polair Banjarmasin yang bertugas mengamankan jalur sungai, tambahan personel dari Kodim 1007 Banjarmasin dan Korem 101 Antasari, menjadikan acara Milad ke 512 Kesultanan Banjar tahun ini sangat semarak dan menjadi silaturahmi berbagai macam kalangan.

 

fb_img_1477359212281

 

Rangkaian acara Puncak Milad ke 512 Kesultanan Banjar dimulai di kawasan Siring Menara Pandang. Bertempat di samping Rumah Anno, tim kesenian dari Sanggar Ading Bastari Barikin dipimpin oleh Kanda Lupi Anderiani yang merupakan penerus almarhum Datu Astaprana Hikmadiraja AW Sarbaini. Tamu undangan kehormatan yang rencananya berangkat menaiki perahu naga dari dermaga siring ini adalah Yang Mulia Sultan Haji Khairul Saleh, Ibunda Permaisuri Hj Raudatul Jannah, Ketua Dewan Mahkota Pangeran Rusdi Effendi, Pangeran Dhia Hidayat, Raja-Raja se Borneo, Para Datu dan Kerabat Kesultanan Banjar. Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono beserta keluarga dan Walikota Ibnu Sina beserta Isteri juga dijadwalkan berkumpul di kawasan siring ini.

 

fb_img_1477358050366

 

Pada pukul 08.15 rombongan Yang Mulia Sultan mulai menaiki perahu naga untuk menuju kawasan masjid bersejarah Masjid Sultan Suriansyah Kuin Utara. Tampak beberapa kelotok sudah disiapkan untuk mengiringi rombongan kesultanan ini. Para Raja se Borneo ikut serta dalam rombongan susur sungai disertai para Datu dan perwakilan Kerukunan Bubuhan Banjar di Nusantara. Tampak juga perwakilan dari Kesultanan Palembang Darussalam dan Keluarga Banjar dari Johor Malaysia. Perahu Naga yang membawa Yang Mulia Sultan dan Rombongan direncanakan menyusuri Sungai Martapura berbelok ke Sungai Antasan melintasi Sungai Pangeran dan berakhir di Dermaga Masjid Sultan Suriansyah Kuin Utara.

 

Rombongan susur sungai ini merupakan bagian dari dukungan Kesultanan Banjar kepada program Pemerintah Kota Banjarmasin dengan wisata susur sungainya. Dengan harapan sungai menjadi lebih semarak dan bersih. Dari sisi sejarah, perjalanan lewat sungai ini adalah napak tilas perjuangan Sultan Suriansyah melalui sungai memakai alat transportasi air melintasi sungai-sungai di Kota Banjarmasin.

 

fb_img_1477358383774

 

Pada pukul 08.45 rombongan Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono dan Walikota Banjarmasin tiba lebih dulu di area Balai Sidang Milad 512. Rombongan pertama sampai ini melewati jalan darat karena beliau lebih dulu berziarah ke makam Datu beliau yaitu Ronggo Tumenggung Soeria Kasuma yang merupakan penguasa Banjarmasin pada masa Kesultanan Banjar. Rombongan AM Hendropriyono dan keluarga beserta Walikota Ibnu Sina disambut Nanang Galuh Banjar dan Sinoman Hadrah pimpinan Anang Syahrani Astaprana Kesultanan Banjar.

 

Setelah rombongan Walikota dan Yang Mulia AM Hendropriyono memasuki area masjid dan duduk menunggu di area Balai Sidang Milad. Datanglah Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dengan gagah dan penuh dengan keunikan beliau. Sesuai dengan sebutan beliau Paman Birin, setelah disambut oleh sinoman hadrah Paman Birin tidak langsung menuju Balai Sidang tetapi beliau lurus melewati ruangan dan langsung menuju gerobak penjual pentol. Terang saja tindakan beliau ini mengundang puluhan tamu dan anak-anak sekitar Kuin menggerubungi gerobak pentol tadi. Alhamdulillah, paman pentol mendapat rejeki dari kedatangan Gubernur Kalsel dalam Milad 512 Kesultanan Banjar.

 

Tidak berapa lama setelah Gubernur Kalsel datang, tiba lah rombongan Yang Mulia Sultan Banjar di dermaga Masjid Sultan Suriansyah. Setelah rombongan menaiki dermaga langsung disambut Nanang Galuh serta payung ubur-ubur oleh tim Sinoman Hadrah menuju halaman masjid. Di depan gerbang masjid Yang Mulia Sultan Banjar disambut dengan seni beladiri tradisional Kuntau pimpinan Bapak Setia Budhi. Setelah tim Kuntau mempersilahkan masuk, Yang Mulia Sultan Banjar dan Permaisuri membagikan santunan pendidikan kepada 50 orang siswa berprestasi. Santunan siswa berprestasi ini berkerja sama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang dikoordinatori oleh Gusti Surian.

 

Yang Mulia Sultan Haji Khairul Saleh dan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, bertemu di depan pintu masuk Balai Sidang kemudian bersama-sama memasukinya. Para hadirin yang telah lebih dulu di dalam ruangan serentak berdiri untuk memberi penghormatan. Setelah para tamu kehormatan menempati posisi masing-masing dan para photographer telah selesai mengambil photo, Acara Puncak Milad 512 Kesultanan Banjar segera dimulai.

 

guru-yasin

 

Acara dimulai seperti tradisi milad sebelumnya yaitu pembacaan surah Yaasin berjamaah. Pada tahun ini pembacaan surah Yaasin dipimpin oleh seorang tokoh ulama Kuin yaitu Guru Haji Yasin, para hadirin dengan khidmat mengiringi bacaan beliau sampai dengan selesai. Acara Kesultanan Banjar memang berbeda dengan acara kenegaraan lainnya, tidak ada acara kenegaraan yang dimulai dengan pembacaan surah Yaasin berjamaah. Semoga tradisi ini mendatangkan berkah dari Allah SWT.

 

Setelah pembacaan surah Yaasin berjamaah, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh 3 Qori yang membacakan secara bergantian dan bersahutan dengan indahnya.

 

fb_img_1477359073359

 

Pembacaan ayat suci Al Quran ini membuka acara untuk menuju puncak milad Kesultanan Banjar yaitu Pidato Tahunan Sultan Banjar. Pidato tahunan ini langsung dibacakan oleh Yang Mulia Sultan Banjar, Sultan Haji Khairul Saleh Al Mu’tashim Billah.

 

Dalam Pidato Tahunannya Yang Mulia Sultan Banjar kembali mengingatkan bahwa bangsa Banjar adalah Bangsa Pejuang yang dibuktikan dengan catatan sejarah bahwa Perang Banjar adalah perang terlama di nusantara yang dimulai tahun 1859 sampai dengan 1906.

 

Selain itu Yang Mulia Sultan Banjar juga memberikan sambutan hangat kepada Yang Mulia AM Hendropriyono yang akan diberikan gelar Pangeran Harya Hikmadiraja sebagai penghargaan tertinggi dari Kesultanan Banjar atas prestasi beliau di tingkat nasional yang sangat membanggakan sebagai keturunan urang Banjar.

 

Yang Mulia Sultan Banjar juga memberikan keterangan sejarah atas asal usul nenek moyang Walikota Banjarmasin Ibnu Sina yang pada masa awal Kesultanan Banjar adalah orang tua angkat Raden Samudera selama masa pelarian di Balandean. Datu Darta Surta adalah tokoh suku Bakumpai masa itu yang melindungi Raden Samudera, beliau inilah yang merupakan nenek moyang dari Bapak Walikota Ibnu Sina.

 

Dalam pidato tahunan ini Yang Mulia Sultan Banjar mengeluarkan titah agar sebutan Kiai Haji di Banua Banjar dihapuskan dan digantikan dengan sebutan Tuan Guru sesuai akar tradisi Banjar pada masa lalu. Hari ini juga diberikan gelar Tuan Guru Besar kepada Yang Mulia Haji Husin Naparin, sehingga selanjutnya sebutan untuk nama beliau adalah Tuan Guru Besar Haji Husin Naparin. Pada hari ini beliau juga dikukuhkan sebagai Mufti Kesultanan Banjar menggantikan almarhum Abah Anang Dzajouli Seman.

 

 Setelah Pidato Tahunan Sultan Banjar selesai kita simak bersama, acara selanjutnya adalah acara yang juga ditunggu-tunggu oleh para tamu undangan, yaitu Penganugerahan Gelar Keagungan dan Pemberian Anugerah Astaprana Utama, Astaprana, Cendikia Utama dan Puspawana.

 

Sebagai pembuka Gelar Keagungan dianugerahkan kepada Yang Mulia Tuan Guru H Husin Naparin, Lc, MA. Beliau mendapatkan kehormatan untuk gelar Tuan Guru Besar serta diangkat sebagai Mufti Kesultanan Banjar.

 

dsc_2597

 

Setelah Tuan Guru Besar dianugerahkan, selanjutnya diberikan Gelar Pangeran Harya Hikmadiraja kepada Yang Mulia AM Hendropriyono, setelah acara puncak Milad 512 ini maka AM Hendropriyono berhak menyandang gelar Pangeran pada nama beliau.

 

dsc_2605

 

Berikutnya yang berhak menyandang gelar kebangsawanan Kesultanan Banjar adalah Yang Mulia Ibnu Sina. Gelar bangsawan yang dianugerahkan kepada beliau adalah Yang Dipertuan Mangku Negeri. Sehingga nama lengkap beliau dalam lingkungan Kesultanan Banjar adalah Yang Dipertuan Mangku Negeri Ibnu Sina.

 

dsc_2610

 

Gelar Kebangsawanan berikutnya diberikan kepada para tokoh senior banua Banjar yang telah membaktikan dirinya dalam berbagai bidang untuk kemajuan budaya dan banua Banjar.

 

datu-2016

 

Berikutnya adalah Penghargaan kepada insan Banua Banjar yang berprestasi di bidangnya. Anugerah ini merupakan apresiasi Kesultanan Banjar kepada yang bersangkutan supaya bisa menjadi semangat dan motivasi untuk terus berkarya di bidangnya.

 

Astaprana adalah anugerah yang diberikan Kesultanan Banjar kepada para sastrawan dan seniman yang memberikan karya dan konsistensinya bagi Banua Banjar.

 

astaprana-2016

 

Anugerah Cendikia Utama diberikan kepada urang Banua yang telah menunjukkan hasil karyanya di bidang pendidikan dan penelitian. Sedangkan Anugerah Puspawana adalah anugerah yang diberikan Kesultanan Banjar untuk urang banua yang telah konsisten melakukan aksi penyelamatan lingkungan atau pelestarian lingkungan.

 

cendikia-puspawana-2016

 

Setelah pemberian Gelar dan Anugerah dilakukan, Yang Mulia Pangeran Harya Hikmadiraja AM Hendropriyono berkenan memberikan sambutan. Pangeran Harya mengungkapkan sejarah keluarga beliau, silsilah dari kakeknya yang merupakan Ronggo Banjarmasin pada masa Kesultanan Banjar. Pangeran Harya juga berkenan memperkenalkan satu persatu keluarga inti beliau dengan tujuan untuk selalu mengingat kampung halaman di tanah banua Banjar ini.

 

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor juga berkenan untuk memberikan kehormatan kepada Kesultanan Banjar atas kehadiran beliau serta memberikan sambutan. Bapak Gubernur memberikan sambutan dengan penuh semangat atas usaha pelestarian budaya Banjar bahkan beliau dengan cakap membacakan beberapa syair kepada tamu undangan dan mendapat sambutan yang meriah.

 

Sambutan dari Gubernur tadi sekaligus menutup rangkaian Acara Puncak Milad 512 Kesultanan Banjar.