• Menguak Peranan Sultan Hidayatullah
    Menguak Peranan Sultan Hidayatullah
    Menguak Peranan Sultan Hidayatullah

    SEKAPUR SIRIH SULTAN HAJI KHAIRUL SALEH AL MU’TASHIM BILLAH     Assalamu’ alaikum wr.wb.   Sebelumnya dengan segala ketulusan
    Lanjutkan Membaca...

  • Mamanda Sebuah Teater Tradisi
    Mamanda Sebuah Teater Tradisi
    Mamanda Sebuah Teater Tradisi

    Sekapur Sirih Sultan Haji Khairul Salleh Al Mu’tashim Billah     Assalamu alaikum wr.wb.   Harus kita akui Teater
    Lanjutkan Membaca...

  • Banjar Negeri Harum 1001 Gurindam
    Banjar Negeri Harum 1001 Gurindam
    Banjar Negeri Harum 1001 Gurindam

    Sekapur Sirih Sultan Haji Khairul Salleh Al Mu’tashim Billah   Assalamu alaikum wr.wb.   Ulun menyambut baik buku karya
    Lanjutkan Membaca...

Datu Mangku Adat H M Syamsiar Seman

  Datu Mangku Adat H M Syamsiar Seman dilahirkan di Barabai, 1 April 1936. Pernah menjadi guru SR Negeri sampai kepala sekolah merangkap Kepala SMP Swasta (1960). Pegawai kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan (1963-1974), pejabat eselon III BKKBN Provinsi Kalsel hingga pensiun pada tahun 1992.   Selain itu beliau juga mengajar sebagai dosen di Fakultas

Lanjutkan Membaca...
Sejarah Kesultanan Banjar Dalam Perspektif Kebudayaan Banjar

  SEJARAH KESULTANAN BANJAR DALAM  PERSPEKTIF KEBUDAYAAN BANJAR Oleh H PANGERAN SURYASARI RAHMATILLAH   Pengantar             Sebagai pengantar kami  atas nama  Kesultanan Banjar mengucapkan terima kasih kepada panitia atas kepercayaan untuk turut berbagi pikiran dan pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan Banjar.   Selama ini kita semua mafhum bahwa berbicara soal Banjar atau Kesultanan Banjar lebih

Lanjutkan Membaca...
Mengangkat Darjah, Meraih Tuah

  Mengangkat Darjah, Meraih Tuah   Oleh: Datu Cendikia Hikmadiraja Taufik Arbain   Kerugian besar yang dialami masyarakat pasca dihapuskannya Kerajaan Banjar berpengaruh terhadap tiga aspek penting yaitu politis, sosiologis dan budaya. Politis ini ditandai dengan melemahnya indentitas sebagai Suku Banjar, Bangsa Banjar dan Urang Banjar. Kita patut bersyukur di masa kolonial tersebut masih ada

Lanjutkan Membaca...
Kesultanan Adalah Simbol Pemersatu

  Kesultanan adalah Simbol Pemersatu     Petuah oleh : Pangeran H Rusdi Effendi AR     Sebuah bangsa akan dikenal dan dihormati pada saat bangsa tersebut mempunyai karakter dan identitas sebagai bagian dari konstruksi integritas. Karakter atau identitas bangsa satu dengan lainnya dibangun sejak awal, bukan mengada secara tiba-tiba atau dipaksakan untuk diadakan. Sejarah,

Lanjutkan Membaca...
Cangkal, Tugul dan Pantang Menyerah

  Cangkal, Tugul dan Pantang Menyerah   Ditulis oleh : Datu Mangku Adat H Suriansyah Ideham     Istilah mengangkat kembali batang tarandam bisa diartikan kesungguhan ketugulan (semangat kokoh-red), memperjuangkan atau membangkitkan kembali budaya-budaya elok Kesultanan Banjar.   Saya menilai tarandamnya budaya keraton pascapembubaran oleh Belanda selama seratus tahunan lebih karena kelemahan para zuriat yang

Lanjutkan Membaca...
Jokowi Apresiasi Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh

Kepedulian Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh bersama United Celebral Palsy (UCP) Roda untuk Kemanusiaan membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik (penyandang disabilitas) mendapat apresiasi tinggi Presiden RI Terpilih Ir. Joko Widodo.   Presiden RI ke tujuh RI ini secara khusus menerima kunjungan Sultan H Khairul Saleh dan Direktur UCP Roda untuk Kemanusiaan Indonesia, Heny

Lanjutkan Membaca...
Datu Mangku Adat H. Adjim Arijadi

    Datu Mangku Adat H. Adjim Arijadi lahir di Mali-Mali, Karang Intan, Kabupaten Banjar pada tanggal 7 Juli 1940. Sebagai seorang sastrawan beliau pernah menempuh pendidikan di Akademi Seni Drama dan Film (ASDRAFI) Yogyakarta. Mulai aktif menulis puisi, cerpen, esai, naskah drama sejak tahun 1966. Publikasi karya sastranya antara lain di SKH Duta Masyarakat

Lanjutkan Membaca...
Bahan Pokok Wadai 41

  Sumber : Datu Mangku Adat H Syarifuddin R   Bahan Pokok yang banyak digunakan dalam pembuatan (pengolahan) wadai adalah:   1.  Beras (tepung beras) 2. Ketan (tepung ketan) 3. Gula merah 4. Kelapa (santan) 5. Gula putih 6. Garam 7. Air kapur   Dalam penyedian beras melambangkan, sebagai bahan makanan pokok beras harus selalu

Lanjutkan Membaca...
Warna-Warna Wadai 41

    Sumber: Datu Mangku Adat  H. Syarifuddin R     Dalam sajian upacara adat, ada 4 (empat) warna yang selalu ditampilkan, yaitu warna merah, putih, kuning dan hijau. Ke empat warna tersebut dipercayai memiliki makna tertentu yaitu: Merah, ibarat darah yang ada di dalam tubuh dapat juga dikatakan sebagai kesungguhan lahir, Putih, ibarat sumsum

Lanjutkan Membaca...
Tujuan dan Bentuk Wadai 41

Sumber: Datu Mangku Adat H. Syarifuddin R Tujuan dari semua upacara adat ini seperti telah dikemukakan adalah untuk mengatur dahar atau memberi makan kepada makhluk-makhluk ghaib dengan harapan agar tidak mengganggu ketenangan dan ketentraman hidup manusia. Atur dahar yang merupakan suatu adat dan kebiasaan dari masyarakat Banjar sebagai pendukungnya diwujudkan dalam bentuk hidangan sesajian berupa

Lanjutkan Membaca...
Menuju Milad Kesultanan Banjar ke-510 7 Hari 8 Jam 52 Menit 14 Detik
Jadwal Acara